
Posting ini saya buat karena ingin menceritakan sesuatu apa yang terjadi pada saya selama saya masih kecil hingga sekarang ini , saya di lahirkan di kota jakarta tepatnya di jakarta barat keluarahan kembangan utara, dari kecil hingga sekarang kami tidak pernah pindah rumah, ibu bapak saya adalah orang asli jakarta atau biyasa kita sebut orang betawi, yah saya orang betawi asli, kehidupan saya sewaktu kecil sangat berbeda dengan sekaarang, bisa di lihat dari tempat saya tinggal sewaktu kecil saya sering bermain dan bercanda di bawah pohon di samping rumah saya, ya disitu saya dan teman teman sering bercerita bagaimana nanti jika kita sudah besar dan bercerita tentang cita cita, di bawah pohon yang sejuk itu terdapat banyak pohon pohon yang berbuah di antaranya pohon belimbing pohon kelapa , jambu air dan buah anggur, kami sering naik keatas pohon untuk mengambil buah buah tersebut dan memakannya diatas sambil bercanda , yah pohon itu milik nenek saya, nenek saya yang mengurus pohon itu dari kecil katanya, kehidupan saya masih kecil sangat natural begitu hening dan damai, kami merasa sangat gembira ketika sore tiba kami siap siap bermain layang layang di area persawahan di samping rumah saya juga, ya waktu ini memang masih persawahan namun tanah tersebut sudah dibeli oleh Perusahan property yang sudah ada era 80an, saya tahu tanah itu bukan milik orang betawi namun di area tersebut warga di perbolehkan menanam sayur mayur dan sejenisnya sebelum tanah itu di bangun bangunan sekolah bertaraf internasional setelah 16 tahun kemudian, ya kehidupan saat saya kecil sangat sederhana dan saya sepertinya merasa hidup bukan dikota metropolitan, namun seiring datangnya waktu berganti keadaan tempat kami berubah satu persatu orang orang dari daerah berdatangan dan mulai menempati tempat kami, kemudian pohon pohon di tebang dan di jadikan rumah untuk mereka tinggal kemudian area persawahan itu pun yah sudah bisa anda tebak , menjadi blok perumahan pt tersebut, kami merasa terhimpit dulu sewaktu saya kecil saya inggat ketika almarhum paman saya datang membawa mobil pick up dan memakirnya di depan rumah saya, namun sekarang mustahil hal itu dapat dilakukan, sekarang pun setelah bapak saya memiliki mobil parkir mobilnya di letakan dirumah sodara saya , karena rumah saya sudah sulit untuk di lalui mobil karena lahan yang makin sempit, saya tahu memang orang orang datang kejakarta untuk memulai usahanya untuk mengubah hidupnya, namun dalam arti yang lebih luas mereka telah membuat lahan tempat kami bermain hilang, dan itu dapat saya rasakan setelah adik saya beumur 6 tahun , dia tidak pernah bermain layang layang, bermain kelereng , gangsing atau permainan tradisional lainnya, ia hanya tau bermain playstation atau bermain game di PC dan gameboy sangat jauh dari alam, yah seperti lagu bang iwan fals , "ini semua dari serakahnya kota" tempat kami tinggal sekarang ini lebih sempit karena sudah berdiri rumah rumah minimalis, orang orangnya pun sudah beragam, kami tidak bisa merubah zaman ini memang sudah derita tinggal di kota metropolitan namun saya masih bersyukur karena bagaimanapun juga keadaan lingkungan kami yang berubah tidak merubah sifat teman teman kami yang religius bahkan teman kamipun yang masih kecil sudah dipesantren sekarang pulang ketanah kelahirannya menjadi ustad yang membimbing kaum muda dari kegelapan, alhamdulilah.
Akhir kata saya mengucapkan "kalo bukan kampung kite yang ngurusin siape lagi" .


22:44
gabastian13






